Fundamental Adwords & Marketing Online

Untuk memulai adwords atau marketing secara online terkadang sangat masih dipertimbangkan para pebisnis online. Terutama dengan masih terbatasnya resource berbahasa indonesia dan mental pebisnis yang masih takut denger biaya marketing.

Wah marketing? apaan tuh? pasti buang duit.. Betul sih sebetulnya buang duit kalau kita tidak memonitor setiap gerak gerik kita secara online dan tidak mengefaluasi hasil yang didapat. Banyak juga orang yang memulai adwords terus di tinggal aja begitu & tidak terlalu tau apa yang harus diperhatikan antara cost, conversion, CTR rate biaya per click, bounce rate, dll yang mungkin akan saya share di post berikut.

Nah Sebelum memulai menjalankan iklan dengan adwords, disarankan ada beberapa hal yaitu:

  • Business model yang jelas
  • Budget marketing
  • Landing Page

Pertama-tama harus jelas bisnis model yang anda jalankan. Kalau bisnis model anda adalah Jasa, jauh lebih mudah karena biasa namanya jasa pasti sudah mencakup lingkup yang itu-itu saja. Misalkan service ac, service kulkas, bengkel keliling, dll. Nah yang sulit adalah e-Commerce karena terkadang karena keterbatasan modal, barang yang di stock & pebisnis punya tidak lengkap sehingga budget marketing terbuang percuma.

Kedua adalah Budget marketing. Ini otomatis adalah budget yang disediakan sebelum memulai marketing. Jadi menurut saya sebagai pebisnis ada beberapa hal yang harus di perhatikan terutama pebisnis baru yaitu CAC (Customer Accuission Cost). Sebelum ngomong terlalu jauh, biar ga muter-muter, maksimal adalah 30% dari omset. Jadi kalau saya di tanya berapa biaya marketing yang cocok & berapa nominalnya? Saya selalu start minimal 5% lah dari omset. Jadi kalo misalkan penghasilan 10jt sebulan kotor, ya 500rb boleh dibuang untuk cari customer baru. Gede amat? belom biaya-biaya. Ya menurut saya memang semua bisnis kalau tidak ada marketing budget selalu antara jalan di tempat atau naiknya lama. Jadi budgeting di sisi marketing itu penting selain cuma abisin modal di barang.

Terakhir adalah Landing page. Ini otomatis agan harus sudah ada website yang mau di boost. Buatlah halaman yang jelas, mudah di cerna, User experience yang ga bikin bingung, rapih, ga neko-neko, profesional & yang terpenting adalah call to action alias tombol jelas user harus ngapain.

Jika sudah ada semua, hal terakhir yang harus dilakukan adalah install analisis tool, yang saya pakai hanya google analytics. Kalau e-commerce, nyalain analytics trackingnya sehingga semua conversion & pembelian bisa di trace dari ujung ke ujung. Tanpa ini, biasanya adwords atau marketing campaign kita bisa tidak terkontrol, kita tidak tau sales dateng dari mana, efektif ga yang kita jalanin, biaya jebol ga? dll. Jadi menurut saya kalau ga ad tracking tools, jangan deh mulai marketing. Karena menurut saya sebagai pebisnis / marketer, data itu hal yang terpenting untuk menentukan next step kita harus ngapain tanpa berharap sama insting / nebak-nebak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *